Quantcast

1 month ago

||

Zen Rooms

 

Layanan penyedia kamar hotel on demand Zen Rooms, mengumumkan perolehan pendanaan Seri A dari Redbadge Pacific, SBI Investment Korea dan Asia Pacific Internet Group (APACIG).

Baca lebih banyak

1 month ago

||

Itemku

Marketplace virtual item, Itemku, mengumumkan perolehan pendanaan sebesar 1,2 juta dolar AS atau senilai 16 miliar Rupiah. Pendanaan ini diperoleh tim Five Jack dari 500 startups dan beberapa VC asal Korea Selatan yang tak disebutkan namanya. Rencananya, pendanaan ini akan dipakai untuk memperluas pasar dan memimpin pasar virtual item di Indonesia, serta memulai ekspansi ke pasar Asia Tenggara. Dengan pendanaan ini, Fivve Jack terhitung telah menerima tiga kali pendanaan, dengan investasi total 1,7 juta dolar AS atau lebih dari 22 miliar rupiah.

Itemku adalah market place yang menyasar para gamer, dengan menjual barang-barang virtual yang tak diakomodasi pemilik platform gaming. Melalui platform Itemku, para gamer bisa menjual atau membeli produk-produk virtual seperti karakter atau senjata baru untuk game-game favoritnya seperti Clash of Clans atau Point Blank. Transaksi dapat dilakukan dengan mata uang rupiah.

Baca lebih banyak

2 months ago

||

Bareksa & Doku

Startup market place finansial Bareksa, mengumumkan perolehan putaran pertama investasinya pada 6 April 2017. Investasi ini diperoleh dari Gemilang Dana Sentosa, yang juga dimiliki beberapa pemegang saham layanan Doku.

Baca lebih banyak

2 months ago

||

Kudo Acquisition by Grab

Hari ini, 3 April 2017, akhirnya layanan transportasi online Grab akhirnya resmi mengumumkan bahwa pihaknya telah mengakuisisi startup Kudo. Baca lebih banyak

2 months ago

||

Qlapa Series A Funding

Platform e-commerce yang memfokuskan diri pada produk kerajinan, Qlapa, mengumumkan perolehan pendanaan Seri A. Baca lebih banyak

2 months ago

||

Online Transportation Feud with Government

Menteri Perhubungan Indonesia Budi Karya Sumadi akhirnya menyampaikan tanggapan terhadap keberatan yang disampaikan oleh Go-Jek, Uber dan Grab terkait revisi Peraturan Menteri Perhubungan No.32/2016 tentang transportasi online.

Baca lebih banyak

2 months ago

||

Transportation Apps Agaisnt Government

3 penyedia layanan transportasi berbasis online di Indonesia yaitu Grab, Go-Jek dan Uber menyatakan keberatannya terhadap revisi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 32 Tahun 2016. Baca lebih banyak

2 months ago

||

Bornevia

Startup penyedia layanan helpdesk bagi bisnis online, Bornevia, dikabarkan akan menghentikan layanannya terhitung akhir bulan April 2017 mendatang. Kabar yang pertama kali dirilis oleh Tech in Asia ini didapatkan melalui informasi e-mail yang dikirimkan oleh pihak Bornevia kepada para pengguna layanannya.

Menurut e-mail kepada para penggunanya, Bornevia memutuskan menutup layanan software-nya dikarenakan likuidasi yang dilakukan investor terhadap aset Bonevia. Sehubungan keputusan tersebut, para pengguna layanan Premium Bornevia akan diberikan 2 pilihan yaitu dimigrasi data tiket ke software Zendesk, atau migrasi ke software yang diinginkan pelanggan. Sementara itu terkait pembayaran, premium user yang memilih layanan bulanan tidak akan dikenakan biaya hingga Akhir April, tetapi untuk yang berlangganan tahunan akan dikembalikan dengan sistem pro rata.

Bornevia

Sumber Gambar: bornevia.com

Managing Partner East Ventures Willson Cuaca juga membenarkan keputusan penghentian layanan Bornevia. Tetapi, Willson mengaku para investor tak mengetahui tentang proses likuidasi yang disebutkan dalam e-mail pengumuman. Dilansir dari Tech in Asia, pihak Bornevia juga telah membenarkan informasi penutupan layanan tersebut dan akan memberikan pengumuman lebih lanjut pada hari Senin, 20 Maret 2017 nanti. Bornevia sendiri menerima pendanaan dari seorang angel investor pada Juli 2013 dan pada awal tahun 2015 mendapatkan pendanaan pra seri A dari East Ventures dan Beenos Partners dengan nominal yang tak disebutkan.

2 months ago

||

Bukalapak Bukamobil

Setelah meluncurkan BukaReksa untuk investasi reksa dana, e-commerce Bukalapak makin giat merambah industri fintech dengan membuka fitur BukaMobil untuk kredit mobil. Untuk mewujudkan fitur ini, Bukalapak menggandeng platform jual beli online MobilKamu. Platform yang didirikan oleh Wilton Halim sejak Mei 2015 lalu, yang juga adalah adik kandung COO Bukalapak Willix Halim. Untuk sementara, fitur yang baru bisa diakses melalui dekstop ini baru tersedia untuk lokasi Jabodetabek, namun Bukalapak memastikan segera akan memperluas layanan ke kota-kota lain.

Fitur BukaMobil dikhususkan untuk pengguna BukaLapak baik pembeli ataupun pelapak, yang ingin membeli mobil baru dengan cicilan ringan tapi tidak mau melalui prosedur yang ribet. Pengguna yang ingin mengajukan kredit hanya perlu mendaftarkan akun di Bukalapak dan memverifikasi email dan nomor telepon. Selanjutnya, pengguna hanya perlu masuk ke halaman BukaMobil dan klik “Pilih Mobil Impianmu”. Selanjutnya pengguna bisa memilih merk dan tipe mobil yang diinginkan, menentukan jangka waktu cicilan, besarnya uang muka dan besar cicilan bulanan sesuai kemampuan.

Bukalapak Bukamobil

Sumber Gambar: https://www.slideshare.net/XueQian

Dilansir dari Daily Social, Business Development Manager Bukalapak Gahayu Handiri Ekaputri mengatakan bahwa fitur ini diluncurkan karena besarnya keinginan masyarakat memiliki mobil pribadi tetapi terhalang oleh proses kredit yang sulit dan mahalnya harga mobil. Gahayu juga mengataan bahwa sebelumnya Bukalapak telah menjual mobil dalam bentuk produk listing, tetapi kurang optimal. Karena itulah, kini Bukalapak menyediakan layanan pembelian mobil dengan proses yang lebih mudah. Bukalapak juga mengklaim harga mobil yang dijual lebih murah hingga 15 dibandingkan harga dealer. Prosesnya persetujuan kredit akan lebih cepat, dan uang akan 100% dikembalikan jika permohonan ditolak.

2 months ago

||

Otobro

Marketplace jual beli mobil Otobro, diakuisisi oleh Grup startup fintech C88 yang juga menaungi produk keuangan cekaja.com serta asuransi premiro.com. Baca lebih banyak