Quantcast

Startup News

Tolak Permintaan Go-Jek, Grab dan Uber, Menhub Beri Masa Tenggang 3 Bulan

4 months ago by | 238 Posts Published

Online Transportation Feud with Government

Menteri Perhubungan Indonesia Budi Karya Sumadi akhirnya menyampaikan tanggapan terhadap keberatan yang disampaikan oleh Go-Jek, Uber dan Grab terkait revisi Peraturan Menteri Perhubungan No.32/2016 tentang transportasi online.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis 17 Maret lalu, ketiga penyedia layanan transportasi online ini meminta masa tenggang sembilan bulan terhitung dari penerapan peraturan baru yaitu 1 April 2017.

Dilansir dari The Jakarta Post, Budi mengatakan bahwa pihaknya meminta pemerintah daerah dan kepolisian tidak langsung melakukan tindakan hukum terhadap pelanggaran yang ditemukan. Ini karena pemerintah sendiri membutuhkan waktu untuk penyebaran informasi terkait peraturan ini. Tetapi, meski meminta tindakan hukum ditunda, Budi menolak memberikan tenggat waktu hingga sembilan bulan. Dilansir dari Liputan 6, Budi memang dengan tegas menolak keberatan Go-Jek, Uber dan Grab. Tetapii, Budi mengatakan memberi tenggat waktu terhadap para penyedia layanan transportasi on demand ini untuk memenuhi semua butir dalam peraturan tersebut paling lambat tiga bulan sejak tanggal penerapan peraturan.

Online Transportation Feud with Government

Sumber Gambar: kumparan.com

Sementara itu, dilansir dari Tech in Asia Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto menegaskan bahwa pemerintah akan tetap menerapkan peraturan baru tersebut mulai tanggal 1 April 2017. Dilansir dari Tirto, Pudji menyayangkan bahwa Go-Jek, Uber dan Grab tak menyampaikan sikap saat uji publik yang diselenggarakan dua kali oleh Kementerian Perhubungan. Menurutnya, selama ini ketiga perusahaan tersebut bersikap pasif dan tak banyak memberi usulan perbaikan. Menurutnya, masukan yang diperoleh dari uji publik berkaitan dengan hal lain dan tidak ada catatan tertulis ataupun permintaan seputar tarif, kuota dan lainnya.

SPONSORED CONTENT, POWERED BY GOOGLE

Comments

, , , , ,


ADVERTISEMENTS :