Quantcast

Startup News

Evaluasi Teknis dan Sosialisasi, Pemprov DKI Jakarta Hentikan Penggunaan Qlue untuk Pelaporan RT/RW

6 months ago by | 238 Posts Published

Qlue Jakarta

Pemprov DKI Jakarta menghentikan penggunaan aplikasi Qlue untuk laporan RT/RW. Penghentian aturan tersebut sempat diposting di aplikasi Qlue beberapa waktu silam. Postingan tersebut menyatakan bahwa penyelenggaraan tugas dan fungsi RT/RW di DKI Jakarta melalui Qlue dengan insentif sebesar 10 ribu dan 12.500 rupiah telah ditiadakan.

Dilansir dari Kompas.com, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan bahwa penghentian itu telah berlaku sebelum Sumarsono menjabat sebagai Plt Gubernur. Dirinya mengaku saat ia datang, peraturan penghentian tersebut sudah ada. Ia pun mengaku tak mengetahui apakah penghentian itu hanya sementara atau resmi dicabut. Dalam keterangan terpisah yang dirilis Kompas.com, Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta Premi Lasari, Surat Keterangan pencabutan Pergub telah ditandatangani oleh Gubernur Petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tertanggal 25 Oktober 2016. Pergub tersebut dicabut lantaran pemahaman pengurus RT/RW dalam penggunaan Qlue masih kurang. Selain itu, diperlukan perbaikan terhadap sistem Qlue untuk mempermudah sistem pelaporan kepada masyarakat. Sambil menunggu perbaikan sistem aplikasi dan melakukan sosialisasi sistem, Pergub no.903 Tahun 2016 itu akan dievaluasi.

Qlue Jakarta

Sumber Gambar: metrotvnews.com

Dilansir dari Daily Social, Head of Marketing Communication Qlue, Edelweiss mengatakan bahwa pihaknya menyadari bahwa sosialisasi peraturan tesebut memang masih kurang. Sehingga, wajar apabila banyak menuai protes. Karena itu pula, Basuki Tjahaja Purnama kemudian memutuskan perlu dilakukan evaluasi secara teknis dan pemerataan sosialisasi. Menurut Edeleweiss, pencabutan Pergub ini bersifat sementara, sehingga ada kemungkinan akan diberlakukan kembali, meski waktunya tak bisa ditentukan. Edelweiss juga mengatakan, pencabutan Pergub tersebut sebenarnya tak berpengaruh banyak bagi layanan Qlue karena masyarakat masih bisa melaporkan permasalahan lain yang ada di lingkungannya.

CEO Qlue Rama Raditya mengatakan bahwa sejak Basuki Tjahaja Purnama cuti dan Pergub 903 dicabut, angka pelaporan di Qlue berkurang drastis. Namun, pihaknya mengaku Qlue akan tetap fleksibel dan mengikuti keputusan serta SOP dari Pemda. Pihak Qlue juga mengatakan akan terus berusaha sejalan dengan arahan Pemda setempat untuk menyediakan solusi smart city dengan teknologi yang terintegrasi.

SPONSORED CONTENT, POWERED BY GOOGLE

Comments

, , , , ,


ADVERTISEMENTS :