Quantcast

Uncategorised

Ganti Model Bisnis, Jobsmart Pilih Fokus Pada Tes Online Pencari Kerja

9 months ago by | 238 Posts Published

Jobsmart

Startup yang menyediakan iklan lowongan untuk pencari kerja, Jobsmart mengumumkan perubahan model bisnisnya hari Senin, 17 Oktober 2016. Jobsmart kini berfokus pada layanan penyaringan (screening system) yang akan memudahkan perusahan mencari kandidat pegawai baru. Diakui oleh COO Jobsmart Peter Wijaya kepada TechinAsia, perubahan model bisnis ini dilakukan karena Jobsmart masih akan butuh waktu lama untuk memiliki jumlah kandidat sebanyak Jobstreet dan Jobsdb, dua platform penyedia lowongan kerja yang lebih dulu hadir di Indonesia.

Nantinya, Jobsmart akan lebih berfungsi sebagai pelengkap situs pencari kerja yang sudah ada. Cara kerjanya, bila perusahaan menerima lamaran dari platform Jobstreet atau Jobsdb, maka perusahaan bisa langsung mengarahkan pelamar untuk mendaftar dan menjalani tes di platform Jobsmart. Ada beberapa tes yang bisa dilakukan melalui Jobsmart, antara lain tes kepribadian, tes khusus sesuai kriteria, wawancara lewat video, dan fitur pencocokan otomatis. Tes-tes itu bisa dikerjakan para pencari kerja melalui aplikasi mobile JobSmart.

Jobsmart

Sumber Gambar: pinterest.com

Mengenai monetisasi, para perusahaan bisa mencoba layanan JobSmart secara gratis selama 15 hari. Selanjutnya, perusahaan akan dikenakan biaya berlangganan mulai dari 100 ribu rupiah untuk 100 poin. Nantinya, poin akan berkurang setiap kali perusahaan menyeleksi kandidat pegawai. Sampai saat ini, Peter mengaku telah ada 300 perusahaan yang bergabung untuk memberi masukan pengembangan produknya. Jobsmart juga telah mendapatkan seed funding dari angel investor untuk nominal yang tak bisa disebutkan. Di Indonesia, platform serupa Jobsmart adalah Urban Hire, bedanya UrbanHire lebih membantu proses seleksi administrasi yang selama ini dikerjakan manual, sementara Jobsmart lebih berfokus pada tes online.

SPONSORED CONTENT, POWERED BY GOOGLE

Comments

, , , , ,


ADVERTISEMENTS :