Quantcast
Privy ID

Keamanan digital kini semakin menjadi isu yang serius mengingat mudahnya orang membuat akun email ataupun sosial media. Hal inilah yang membuat Marshall Pribadi membuat startup PrivyID. Dilansir dari laman resminya di www.privy.id, PrivyID mendefinisikan diri sebagai DNA digital, penyelenggara identitas elektronik dengan subyek hukum yang akuntabel untuk melindungi data pribadi dan kepentingan pengguna dalam transaksi online. Melalui integrasi dengan PrivyID, penyedia layanan digital bisa mencegah para pengguna jasanya membuat lebih dari satu akun. Untuk memastikan setiap orang hanya bisa memiliki satu akun PrivyID, platform ini mengharuskan pengguna mengunggah foto KTP.

Para pengguna yang baru pertama kali bergabung akan diminta pula mengisi data alamat email, nomor telepon, spesimen tanda tangan, rekening bank, informasi tempat kerja dan riwayat pendidikan. Dengan memiliki akun PrivyID, para pengguna tak lagi perlu mengisi aneka formulir pendaftaran tiap kali akan memakai layanan aplikasi baru, karena seluruh formulir akan terisi hanya dengan menginput nomor PrivyID.

Privy ID

Sumber Gambar: twitter.com/privyID

Namun Marshall mengatakan data tersebut tidak akan diberikan kepada pihak lain tanpa persetujuan pemilik akun. Untuk layanan ojek on­demand misalnya, PrivyID hanya akan memberikan akun email dan nomor telepon, sementara bila pengguna ingin mendaftar di rumah sakit maka PrivyID pun hanya akan memberikan data­data yang dibutuhkan saja.

Kelebihan lain dari akun PrivyID adalah kemampuannya untuk melakukan panggilan telepon tanpa memerlukan nomor handphone. Marshall mencontohkan, apabila misalnya layanan ojek on­demand terintegrasi dengan PrivyID, maka para pengemudi ojek bisa menelepon penumpang hanya dengan aplikasi PrivyID dan tak perlu mengetahui nomor telepon si penumpang.

Privy ID

Sumber Gambar: techinasia.com

Meski hingga kini PrivyID masih beroperasi secara bootstrapping, namun berkat inkubator Indigo yang dimiliki Telkom, PrivyID kini telah bekerja sama dengan 10 perusahaan termasuk IndiHome. Para mitra PrivyID ini tak hanya menggunakan PrivyID untuk fasilitas login, tetapi juga menerapkan fasilitas tanda tangan digital. Marshall berencana akan mendekati para pengembang aplikasi baru untuk menggunakan PrivyID sebagai fasilitas login­nya.

Di Indonesia, layanan sejenis PrivyID masih terbilang belum memiliki kompetitor, namun di luar negeri sudah ada beberapa layanan yang mirip antara lain ID.me, DocuSign dan SignEasy.

SPONSORED CONTENT, POWERED BY GOOGLE

Comments

, , , ,


ADVERTISEMENTS :