Quantcast

Uncategorised

E­Commerce TanahAbangMarket Usung Pedagang Tanah Abang ke Ranah Online

1 year ago by | 238 Posts Published

Tanah Abang Market

Pelaku usaha fashion ataupun penggemar fashion yang ingin berburu barang­barang murah sudah tak asing dengan ketenaran Pasar Tanah Abang, yang berlokasi di Jakarta Pusat. Setiap harinya bahkan Pasar Tanah Abang selalu penuh sesak dipadati pembeli. Melihat fenomena ini, Burhanudin Hulaimi berinisiatif membawa market place Tanah Abang ke ranah online melalui aplikasi TanahAbangMarket. Meski belum menyediakan fasilitas Cash on Delivery, marketplace ini sudah menyediakan aneka kemudahan fasilitas pembayaran mulai dari transfer ATM, kartu kredit dan Mobile Banking.

Tanah Abang Market

Sumber Gambar: tanahabangmarket.co.id

Beda dengan marketplace lain, TanahAbangMarket hanya memungkinkan pemilik lapak di Tanah Abang untuk berjualan secara online di sini. Burhanudin mengatakan, tujuan adanya aplikasi ini memang untuk membantu memajukan para pedagang yang ada di Tanah Abang agar produk­produk mereka bisa menjangkau daerah lain di Indonesia. Jumlah pedagang di Tanah Abang sebenarnya mencapai lebih dari 30.000 orang, namun saat ini baru 250 pedagang yang bergabung di TanahAbangMarket. Para pedagang ini mayoritas menawarkan pakaian, tekstil, hingga kebutuhan rumah tangga. Dalam perdagangan offline, diperkirakan terjadi transaksi sekitar 60 miliar hingga 80 miliar rupiah per bulannya di pasar Tanah Abang. Karenanya, dengan dukungan yang diberikan Burhanudin optimis para pelapak ini bisa memberi sumbangan di sektor ekonomi digital Indonesia. Burhanudin menargetkan meraup transaksi hingga 120 miliar rupiah dalam tahun pertama operasional TanahAbangMarket. Bila target itu tercapai, diperkirakan TanahAbangMarket bisa menyumbang kenaikan laba para pedagang yang bergabung sekitar 20 sampai 50 persen. Sayang, saat ini Burhanudin menolak menyebut besarnya transaksi yang telah dicatat TanahAbangMarket.

Tanah Abang Market

Sumber Gambar: tribunnews.com

Untuk monetisasi, startup yang bernaung di bawah PT Sejahtera Bersama Rakyat ini mengenakan angka komisi tiga persen untuk setiap barang yang dijual. Burhanudin menilai angka ini masih wajar dan memungkinkan para pedagang meraih laba.

Burhanudin mengaku ia tidak khawatir dengan besarnya persaingan e­commerce di Indonesia. Ini karena TanahAbangMarket hanya mengakomodasi para pedagang di Tanah Abang. Nama besar Tanah Abang juga menjadi jaminan karakter khusus untuk menarik pembeli, apalagi pelanggan pasar besar Tanah Abang sudah tak terhitung banyaknya mengingat pasar ini sudah beroperasi sejak tahun 1737.

SPONSORED CONTENT, POWERED BY GOOGLE

Comments

, , , ,


ADVERTISEMENTS :