Quantcast
Kuka

Maraknya persaingan e­commerce di Indonesia, tak membuat Titonius Karto gentar. Dari kecintaan terhadap produk dan kuliner Indonesia, Titonius mendirikan online marketplace yang mengkhususkan diri terhadap produk Indonesia bernama Kuka (Aku Suka). Tito mengaku, Ku Ka didirikan dengan niatan mengajak semua pelaku usaha kecil (UMKM) rumahan untuk menjual dan mempromosikan produknya. Pendekatan ini juga terbukti berhasil membuat Ku Ka menggaet komunitas di 13 kota besar di Indonesia.

Kuka

Sumber Gambar: kedaikuka.co.id

Beroperasi sejak September 2015, hingga saat ini Ku Ka telah memiliki dua situs, yaitu kuka.co.id yang menyediakan produk non­kuliner dan kedaikuka.co.id yang menyediakan kuliner khas Indonesia. Saat ini, diperkirakan 1.000 penjual telah bergabung dengan Ku Ka. Dari jumlah itu, 60 persen di antaranya menjual pakaian, peralatan rumah tangga, produk seni dan kecantikan dengan estimasi lebih dari 3.500 produk. Sementara produk makanan yang dijual di kedaikuka.co.id mencapai lebih dari 400 produk. Tim Ku Ka pun melakukan proses kurasi dan quality control yang ketat dengan komitmen untuk “mengeluarkan” penjual yang ketahuan menjual barang impor.

Kuka

Sumber Gambar: kuka.co.id

Tito mengaku, saat ini kebanyakan order yang datang di Ku Ka adalah repeat order, tetapi konsumen datang dari berbagai kota di Indonesia hingga mancanegara. Menariknya, meskipun masih mengandalkan cara pemesanan yang tradisional yaitu melalui Whatsapp, BBM dan SMS tetapi Ku Ka dan Kedai Ku Ka mencatat transaksi yang cukup aktif, bahkan pernah mencapai nilai transaksi sebesar 60 juta rupiah dalam satu hari.

Hingga akhir tahun 2016 nanti, Ku Ka belum berencana melakukan monetisasi dengan memberi layanan gratis (nol persen komisi) kepada para penjual. Tetapi Tito optimis dengan model bisnis dan dukungan terhadap UKM, Ku Ka dan Kedai Kuka bisa menjadi marketplace yang terbaik dengan produk­produk berkualitas asli Indonesia.Ku Ka dan Kedai Ku Ka juga berencana meluncurkan aplikasi Android dan iOS akhir tahun ini. Meski saat ini bisnis Ku Ka dan KedaiKuka masih beroperasional secara bootstrap, tetapi diharapkan pada akhir 2016 nanti ada pendanaan dari investor asal Malaysia. Meski begitu, siapa Venture Capital maupun berapa besarnya dana belum dapat diinformasikan.

SPONSORED CONTENT, POWERED BY GOOGLE

Comments

, , ,


ADVERTISEMENTS :